Kurikulum

Kurikulum yang diimplementasikan di Departemen Pendidikan Seni Tari dikembangkan berdasarkan tahapan analisis kebutuhan (need analysis) dari peserta didik, pengguna dan stakeholder lulusan, dan perkembangan disiplin ilmu pada saat ini dan dimasa yang akan datang. Pelaksanaan kurikulum memberikan pengalaman belajar pada mahasiswa yang berorientasi pada visi dan misi departemen, profil lulusan, serta kompetensi yang telah dirumuskan tim matakuliah berdasarkan kompetensi lulusan yang diharapkan yakni mempersiapkan calon pendidik seni tari yang profesional. Selanjutnya menyusun dan mengembangkan standar kompetensi lulusan didasarkan pada pengalaman belajar, juga diorientasikan pada kemampuan berpikir kritis, bereksplorasi, berkreasi dan bereksperimen dengan menggunakan berbagai sumber belajar. Media pembelajaran yang digunakan bervariasi sesuai dengan karakteristik matakuliah dan pendekatan yang digunakan. Pada proses pembelajaran diawali dengan tahap perencanaan pembelajaran, setiap dosen mempersiapkan materi ajar, Rencana Pembelajaran Semester (RPS), dan handout. Materi yang akan diterapkan sebelumnya didiskusikan dengan tim pengajar, sekaligus untuk mengkaji tentang tahapan penerapan materi dan cara evaluasinya. Menyusun dan mengembangkan peta kompetensi lulusan: kompetensi dasar, kompetensi kepribadian, kompetensi pengkajian, kompetensi penciptaan, kompetensi penyajian, kompetensi pengelolaan, kompetensi pendidikan keguruan yang dijabarkan ke dalam bentuk struktur mata kuliah, deskripsi mata kuliah, Menyusun dan mengembangan Rencana Pembelajaran Semester (RPS).  Perubahan kurikulum 2006 menjadi kurikulum 2013 dan standar KKNI memotivasi Departemen Pendidikan Seni Tari untuk mengembangkan dan menyempurnakan kurikulum yang diimplementasikan, hal tersebut membuat perubahan pada penamaan kelompok mata kuliah serta jumlah SKS yang sebelumnya berjumlah 144 SKS menjadi 146 SKS. Adapun untuk mata kuliah yang menunjang kompentensi pendidikan terdiri dari 58 SKS, kompetensi keahlian 88 SKS.

Dalam pedoman akademik, telah diatur bahwa secara umum bentuk perkuliahan terdiri dari 4 jenis, yaitu :

  1. Perkuliahan yang dilakukan di dalam/luar kelas.
  2. Praktikum di laboratorium, workshop, studio dan/atau di lapangan.
  3. Praktik Kerja Lapangan (PKL), Kuliah Kerja Nyata (KKN), Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), dan Dual Mode.
  4. Praktik Lapangan: Internship/Magang/Praktik Industri, Program Pengalaman Lapangan (PPL).

Berdasarkan hal di atas, untuk mencapai kompetensi lulusan beberapa mata kuliah ada yang dilaksanakan di dalam kelas (mata kuliah teori), terdapat juga beberapa mata kuliah yang dilaksanakan di luar kelas (mata kuliah praktik seperti mata kuliah pergelaran tari, komposisi, dan mata kuliah praktik lainnya).

Dalam pencapaian tujuan pembelajaran yang maksimal, maka pada tahap pelaksanaan pembelajaran, setiap dosen (tim dosen mengajar) di setiap mata kuliah praktik dan teori diwajibkan untuk menggunakan berbagai metode pengajaran yang memotivasi mahasiswa agar aktif, kreatif, dan inovatif. Dalam hal ini, mahasiswa dituntut pula untuk mengerjakan tugas dan melakukan pengayaan materi kuliah dengan berbagai sumber referensi yang up to date.

Kurikulum di Departemen Pendidikan Seni Tari terdiri atas beberapa kelompok mata kuliah; yaitu kelompok Mata Kuliah Umum (MKU), kelompok Mata Kuliah Keahlian Fakultas (MKKF), Kelompok Mata Kuliah Keahlian Dept/Prodi (MKK), Kelompok Mata Kuliah Program Pengalaman Lapangan (MKPPL), Kelompok Mata Kuliah Keilmuan dan Keahlian Pilihan Pendidikan Seni Tari (MKKKPil Pendidikan Seni Tari), Kelompok Mata Kuliah Keilmuan dan Keahlian Pilihan Kepenarian (MKKKPil Kepenarian).

MKU, MKDP, dan MKK mayor merupakan kelompok-kelompok mata kuliah wajib, sedangkan MKK, MKPP, dan MKKT merupakan kelompok-kelompok mata kuliah pilihan. Dengan adanya kelompok mata kuliah wajib dan pilihan itu, kurikulum menawarkan dua pilihan bebas, alternatif komposisi pilihan bagi para mahasiswa, yaitu:

a.

MKU, MKDK, MKKF, MKPP, MKK, MKPPL, MKKKPIL KEPENDIDIKAN SENI TARI.

b.

MKU, MKDK, MKKF, MKPP, MKK, MKPPL , MKKKPIL KEAHLIAN  SENI TARI.

Sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai dan kemampuan lulusan yang diharapkan, setiap kelompok mata kuliah mengandung fungsi sebagai berikut,

1)

Kelompok MKU berfungsi memberikan dasar-dasar pengetahuan bagi pengembangan kepribadian guru dan tenaga kependidikan lainnya.

2)

Kelompok MKDK berfungsi mengembangkan sikap dan wawasan profesional kependidikan, dan berfungsi mengembangkan kemampuan/ keterampilan mengajar.

3)

Kelompok MKKF berfungsi mengembangkan penguasaan ilmu seni, mengembangkan keterampilan berkarya seni, serta mengembangkan sikap positif terhadap seni yang akan menjadi kewenangan utama.

4)

Kelompok MKPP berfungsi mengembangkan penguasaan kemampuan yang lebih dalam dan/atau lebih luas dalam bidang seni.

5)

Kelompok MKK berfungsi mengembangkan penguasaan materi dalam bidang studi lain yang akan menjadi kemampuan tambahan.

6)

Kelompok MKPPL disiapkan dan diselenggarakan oleh sebuah unit pelaksana yang ditunjuk oleh Universitas.

7)

Kelompok MKKKPIL KEPENDIDIKAN dan KEAHLIAN  SENI TARI, berfungsi meberikan pendalaman keahlian mahasiswa dalam bidang kependidikan dan kepenarian.

MKU (14 SKS), MKDK (12 SKS), MKKF ( 6 SKS), MKPP (11 SKS), MKK (83 SKS), MKPPL (4 SKS), MKKKPIL KEPENDIDIKAN SENI TARI (16 SKS), MKKKPIL KEAHLIAN  SENI TARI (16 SKS). Khusus untuk dan. Khusus untuk kelompok mata kuliah MKKKPIL KEPENDIDIKAN dan KEAHLIAN SENI TARI, mahasiswa boleh memilih salah satu kelompok, dan seluruhnya berjumlah 146 SKS. Dari keseluruhan jumlah SKS tersebut, mahasiswa ditargetkan untuk menyelesaikan studi selama 8 semester (4 tahun).

Untuk pembentukan kompetensi lulusan secara utuh, maka mata kuliah tersebut disebar dan dikategorikan dalam tiga tingkatan: 1). Awal diterapkan mata kuliah yang memberikan dasar-dasar pengetahuan kependidikan, pembentukan kepribadian, dan seni, baik untuk mata kuliah praktik, maupun teori. Dengan demikian karakteristik mata kuliah ini tepat untuk diterapkan untuk membentuk kemampuan mahasiswa baru yang beragam latar belakang budaya dan kemampuan akademiknya ; 2) Selanjutnya diterapkan mata kuliah keahlian baik untuk mata kuliah kependidikan maupun seni; 3). Akhir diterapkan mata kuliah pendalaman untuk menerapkan pengetahuan dan pengalaman mahasiswa yang terkait dengan bidang seni maupun pendidikan secara langsung di sekolah dan di masyarakat.

Berdasarkan karakteristik mata kuliah yang terangkum dalam kurikulum Departemen Pendidikan Seni Tari, maka kompetensi utama lulusan yakni sebagai pendidik Seni Tari. Sementara itu kelompok mata kuliah pendukung dapat pula membentuk lulusan untuk menjadi peneliti dan pelaku seni. Dan kelompok mata kuliah pilihan dapat membentuk lulusan untuk menjadi interpreneur seni.

Untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas, maka terdapat mekanisme penjaminan mutu dalam pelaksanaan kurikulum, diantaranya: 1). Seleksi penjaringan mahasiswa baru; 2). Penetapan kepakaran ilmu dosen sebagai pelaksana kurikulum; 3). Penetapan sebaran mata kuliah untuk membentuk kompetensi lulusan secara utuh; 4). Memberlakukan DO bagi mahasiswa yang tidak berhasil menyelesaikan kuliahnya selama 12 semester.

 

Sebaran Matakuliah & Kurikulum Pendidikan Seni Tari